11 Langkah Cerdas Mengatur Keuangan Agar Tidak Habis Menjelang Akhir Bulan

Mengatur Keuangan
(Sumber: Finsy.co.id)

Stabilitas keuangan yang tidak diatur dengan baik akan membuat banyak orang resah dan bingung secara tak terduga.

Situasi dimana tiba-tiba persediaan keuangan anda ludes tanpa bisa diketahui secara detail sebabnya.

Baru pertengahan bulan kok uang sudah habis ?

Belum bayar listrik, air juga cicilan barang elektronik.

Masa harus ngutang ?

Yang jelas,….

Ini bukan sekedar masalah kebutuhan yang semakin meningkat.

Sayangnya ini banyak disebabkan karena anda sendiri yang kurang memperhatikan pengeluaran sehingga menjadi teledor dalam mengatur pendapatan yang dimiliki.

Dalam artikel ini, anda akan mempelajari apa saja langkah tepat dalam mengatur keuangan, dan bagaimana mempraktekannya secara langsung secara tepat.

Mindset Seorang Manajemen Keuangan

Mengatur Keuangan
(Sumber: Lifepal.com)

Hal paling penting yang harus dipelajari dalam mengatur keuangan bukan cara melakukannya.

Tetapi Midset sesungguhnya tentang manajemen keuangan.

Meskipun anda punya banyak tips, panduan dan cara lengkap atau cara mempraktekan, namun tidak memiliki pola pikir ini…….tidak ada artinya.

Yang harus diketahui adalah “Pengeluaran tidak boleh lebih besar dari pemasukan.”

Inilah intinya.

Baru setelah itu, anda akan bisa mempraktekan langkah-langkan berikutnya dan menjadi prbadi dengan stabilitas keuangan yang teratur.

1. Pahami Pendapatan

Berencana mengatur keuangan tanpa mengetahui jumlah uang yang dimiliki adalah hal mustahil.

Ketahuilah terlebih dulu berapa isi dompet, gaji kantor, pendapatan dari usaha sampingan atau bonus bulanan.

Kemudian jumlah setiap nominal dari semua sumber.

Dari hasil yang diperoleh itulah fakta total pendapatan anda.

Coba pikirkan, apa yang kemarin anda lakukan dengan penghasilan ini ?

Terkejut, bingung ?……..atau malah menyangkal dari kenyataan yang sudah ada faktanya.

Mari kita lihat kembali permasalahan anda di pembukaan atas, “situasi dimana tiba-tiba persediaan keuangan anda ludes tanpa bisa diketahui secara detail sebabnya.”

Itulah yang anda lakukan selama ini.

Bandingkan, apakah realistis pendapatan dengan pengeluaran yang telah dilakukan ?

Maka dari itu,

Mulai saat ini juga buang rasa tidak peduli dengan pendapatan yang telah diperoleh dari segala jeri payah dan keringat anda.

Manfaatkan sebaik-baiknya dan gunakan sesuai kebutuhan.

2. Tetapkan Tujuan Keuangan atau Cita-Cita Financial

Setiap orang memiki alasan tertentu ketika ingin mengatur keuangan.

Menyisihkan sebagian pendapatan untuk membeli rumah idaman dengan 4 kamar, 1 kolam renang dan sebagainya.

Jika anda mempunyai tujuan, maka dalam praktek mengatur keuangan pun akan lebih mudah.

Diri sendiri akan dengan senang hati dan tidak merasa terpaksa dalam menjalankannya.

Karena kembali lagi,…….

Semua demi tujuan.

Lalu, seberapa penting sih tujuan dibuat ?

Tujuan penting untuk mejaga konsistensi dalam melakukan suatu hal.

Dan dari tujuan ini, akan melahirkan motivasi yang kuat untuk menggapainya.

3. Susun Rencana Keuangan atau Anggaran

Setelah memahami berapa pendapatan yang dimiliki dan menentukan tujuan, langkah selanjutnya adalah merencanakan berapa pengeluaran yang dibutuhkan.

Mulailah dengan membuat daftar harian atau bulanan dari kebutuhan yang harus dipenuhi.

Dahulukan kebutuhan pokok seperti sandang, papan dan pangan. Baru kebutuhan pendukung lainnya.

Dan dari rancangan ini, akan menjaga anda untuk bersikap obyektif terhadap pengeluaran yang berlebih.

Tapi yang jadi persoalan, apakah anda akan patuh dengan rancangan yang dibuat ?

Memang dalam prakteknya anda harus membatasi diri dan memaksa mematuhinya.

Namun ingat,

Seperti point sebelumnya, “Demi Tujuan”

Jangan sampai apa yang anda inginkan tidak tercapai dan hanya jadi sebatas mimpi.

Dan supaya ini tidak terjadi,

Buatlah komitmen pada diri sendiri agar mau manjalankan apa yang telah dibuat.

4. Bedakan Antara “Butuh” dan “Ingin”

Dalam prakteknya, kadang kita masih saja merasakan keuangan yang makin menipis.

Padahal dalam dari segi perencanaan sudah diatur dengan baik.

Bisa saja anda melakukan kesalahan dalam membelanjakan uang untuk hal yang tidak terlalu penting dan didorong keinginan.

Ini harus dihindari.

Anda harus bisa memahami diri sendiri tentang apa yang sebenarnya harus dipenuhi terlebih dahulu.

Tapi akan jadi masalah yang rumit jika menyengkut dengan hobi anda.

Contohnya ke mol membeli baju setiap minggu, beli barang yang sedang trend atau mengoleksi barang antik.

Secara tidak langsung, anda akan selalu saja membuat alasan, ini…….itu…….

Betul atau betul ?….

Saya tidak melarang anda 100% untuk melupakan hobi atau minat yang disukai sejak lama.

Namun sebaiknya tahan sementara keinginan anda untuk berbelanja sesuai hobi masing-masing.

Setidaknya sampai kebutuhan utama terpenuhi terlebih dahulu dan keadaan finansial yang lebih baik (pendapatan naik).

Atau bisa juga dengan menabung untuk membeli barang tersebut.

5. Catat Pengeluaran Per Hari

Mengatur Keuangan
(Sumber: Lifepal.com)

Melakukan sesuatu tanpa bukti yang nyata sama saja buang-buang waktu.

Sekalipun anda sudah membuat perencanaan yang matang pada tahap sebelumnya,

Membuat evaluasi tentang kegiatan yang sudah dilakukan juga sangat penting.

Buatlah catatan pengeluaran yang dilakukan per hari.

Ini dapat digunakan sebagai bukti dan bahan evaluasi, bahwa anda sudah melakukan segala sesuatu sesuai rencana.

Dan sebaiknya lakukan review pada akhir pekan untuk memastikan tidak ada hal-hal boros yang dilakukan.

6. Menahan Diri Dari Godaan

Apa yang akan anda lakukan jika melihat diskon, promo besar dan hadiah hiburan yang banyak diberikan mol-mol besar ?

Ingin membeli…….atau justru tetap hemat ?

Apalagi fenomena HarBolNas (Hari Belanja online Nasional) yang terjadi kemarin dari tanggal 10 sampai 12 Desember 2015.

Semua adalah Toko Online yang memberikan anda kemudahan untuk memilih produk tanpa perlu datang ke loksinya, cukup dari rumah dan Gadged anda kemudian barang pun siap dikirim.

Tugas mereka memang menarik konsumen agar produknya laku terjual habis dengan penawaran semenarik mungkin.

Namun lantaran semua ini, apakah mengharuskan anda untuk tunduk melihat besarnya promo yang mereka berikan ?

Memang,…..dengan adanya promo seperti diskon dapat menghemat pengeluaran anda dari harga barang sebelumnya.

Tapi coba pikirkan kembali,

Seberapa pentingkah barang tersebut untuk anda ?

Apakah untuk memenuhi kebutuhan, ataukah memenuhi hasrat keinginan semata ?

Jika anda menghadapi situasi ini,

Langkah termudah untuk menghindarinya adalah mengingat tujuan keuangan sebelumnya dan segera mengatakan tidak atas segala penawaran tersebut.

7. Mencari Alternatif Pengganti

Ada kalanya barang atau bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan mengalami kenaikan harga.

Entah itu karena kelangkaan, hari raya tertentu atau keadaan perekonomian negara yang menurun.

Seperti harga daging dan pakaian muslim saat menjelang hari raya Idul Fitri yang semakin meroket.

Menghadapi situasi ini, alangkah baiknya anda sesuaikan dengan kondisi keuangan.

Cari alternatif pengganti yang mempunyai nilai sama dengan barang atau bahan makanan tersebut dengan harga yang lebih murah.

Sebagai contoh,

Saat harga daging ayam yang melambung, beralihlah ke sumber protein lain seperti ikan atau telur.

Setidaknya ini akan menghemat pengeluaran anda.

8. Disiplin Menabung

Sebesar apapun penghasilan anda, tidak akan pernah tersisa pada akhir bulan jika tidak memiliki niat untuk menabung sedikit pun.

Tabungan adalah faktor penting untuk jangka panjang.

Dari tabungan ini dapat digunakan untuk memenuhi keperluan yang tidak terduga dan mewujudkan rencana cita-cita financial anda.

Namun sayangnya,

Sering kali saat baru niat menabung,….

Kita justu takut kebutuhan pokok tidak dapat terpenuhi.

Buang pikiran negatif ini.

Kalau baru niat saja sudah takut, kapan bisa menabung ?

Tapi……ada solusi untuk anda.

Supaya dana yang ada cukup untuk tabungan dan kebutuhan,

Cara terbaik yang dapat dilakukan adalah menyisihkan pendapatan anda untuk menabung sejak awal bulan.

Atau gunakan tool website gratis retirement  analisis calculator untuk mempermudah anda menentukan jumlah uang yang ditabungkan.

9. Menjaga Diri Dari Hutang

Mengatur Keuangan
(Sumber: konsultasisyariah.com)

Anda sudah berencana membeli TV LED baru, namun uangnya masih belum cukup.

Sedangkan pada toko A memperbolehkan untuk membeli TV LED dengan kredit…..

Bukankah itu mempermudah dan mempercepat anda dalam memenuhi kebutuhan ?

Iya kan ?

Apakah anda tertarik untuk kredit, ataukah lebih baik menabung dulu sampai uangnya cukup ?

Apa pilihan anda ?

Tidak ada salahnya memang jika anda tadi kredit tv.

Namun alangkah baiknya anda pahami dulu.

Alasan apa yang membuat anda ingin kredit ?

Tidak sabar, ingin praktis, atau ingin irit tiap bulan ?

Sejatinya memang,…..dalam era digital ini, godaan untuk berperilaku hidup konsumtif cukup tinggi.

Tapi bukan berarti anda harus membeli segala sesuatu dengan kredit.

Alangkah baiknya hindari hutang atau kredit yang dapat beresiko tinggi karena masih ada faktor lain yang lebih dibutuhkan,

Apalagi kemungkinan kebutuhan mendesak yang dapat terjadi setiap saat, membuat anda harus bersiap dengan segala resiko.

Menghadapi permasalahan ini, apa rencana anda selanjutnya ?

Apa ngutang lagi ? 😀 😀

Yang ada bukannya cepat lunas, hidup anda malah jadi tambah sengsara dan harus rajin puasa demi membayar hutang yang semakin menumpuk.

Yang jadi pertanyaan adalah, apakah pendapatan anda per bulan mumpuni untuk membayar kredit dan utang, ataukah sebaliknya.

Mulai saat ini juga,

Tumbuhkan pada diri sendiri kebiasaan keuangan yang sehat dengan menghindarilah kredit atau hutang.

Dan mulailah menabung seperti point di atas, untuk mencapat cita-cita financial anda.

10. Berinvestasi dengan Bijak Sejak Dini

Saat sudah pensiun, apakah anda hanya akan mengharapkan tabungan yang membengkak untuk memenuhi kebutuhan keluarga ?

Itu baru kebutuhan,…

Jika ingin berlibur, membeli ini….itu…..apakah akan mengambil uang tabungan juga ?

Cita-cita keluarga pun selangit.

Apa rencana selanjutnya ?

Dari permasalahan ini, mungkin sudah saatnya anda memikirkan investasi.

Berinvestasi dengan baik sejak dini juga bermanfaat untuk mendapatkan keuantungan dari bunga majemuk bank dan dollar-cost averaging.

Takut akan resiko yang dapat terjadi ?

Solusinya mudah, anda cukup belajar pada ahlinya atau berkonsultasi dengan pakar keuangan yang handal.

Atau anda juga dapat memulai bisnis sebagai alternatif untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

11. Jangan Menunda-Nunda

Semua ilmu dan point penting yang saya berika di atas akan percuma jika tidak dipraktekan langsung.

Dan jangan pernah membuang waktu dengan membuat alasan untuk tidak memulai.

Memang…..awalnya akan cukup sulit dijalankan, tapi demi stabilitas keuangan yang lebih baik semua harus dilalui.

Jangan buru-buru,….

Perlahan namun pasti, yang penting anda melakukannya dengan konsisten.

Oiya…..saya akan merasa senang jika anda menceritakan hasilnya setelah melakukan panduan ini.

Saya tunggu respon anda….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *