Jalan Menuju Skainah Finansial

Banyak sekali keluarga muslim mengeluh, mengapa sudah bekerja keras selama 24 jam, ‘rezeki’ yang didapat hanya itu-itu; hanya cukup untuk sehari, seminggu, atau sebulan. Ada juga yang mengeluh bahwa walaupun pendapatannya lebih tinggi dari buulan sebelumnya, tetap juga merasa kurang, uutang tetap saja besar, dan tidak bisa menyisihkan sedikit pun untuk tabungan atau liburan keluarga.

Ada beberapa langkah sederhana ayng bisa dilakukan dalam menjaga suapaya keuangan keluarga selalu berkah dan terwujud sakinah keuangan, yaitu melakukan beberapa langkah inttrospektif dan korektif berikut. Langkah ini juga disesuaikan dengan tahapan dan komponen perencanaan keuangan lainnya yang bisa pembaca ikuti di web ini.

No Komponen Pengelolaan Fokus dan Perencanaan
1 Pendapatan (managing income) ·         Niat yang benar karena Allah;

·         Fokus pada sumber yang halal;

·         Memulai pekerjaan di waktu pagi;

·         Menyambung silaturahmi.

2 Pengeluaran (managing needs) ·         Prioritas;·         Halal dan thayyib;

·         Kontribuusi zakat, infak, shadaqah, waqaf, dan persiapan waris;

·         Qana’ah.

3 Impian & keinginan (managing utilities) ·         Budgeting;·         Muhasabah dan taubat.
4 Mengelola surplus & defisit Banyak bersyukur.
5 Managing contingency Investasi, budgeting, asuransi & dana pensiun, sera dana pendidikan.

Dalam praktiknya, komponen dan tahapan ini bisa dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Niat yang benar

Langkah yang paling utama adalah meluruskan niat dalam bekerja, berbisnis, atau berusaha dalam bidang apau pun. Kita harus mengupayakan supaya semua kegiatan yang kita lakukan, baik komersial maupun sosial, semata-mata untuk mencari ridah dan bentuk ibadah kepada Allah dan tidak dipenuhi dengan arge karena ambisi dunia semata. Selain itu, sifat qana’ah dan lapang dada perlu dimulai dengan menumbuhkan kesadaran adanya campur tangan Ilahi dalam hidup kita karena hal itu merupakan aset ketentraman hidup (sakinah) yang tidak ada bandingannya.

Seseorang yang bekerja seabgai kauntan, misalnya, yang hampir seluruh waktunya tersita untuk klien dan perusahaan tempat dia bekerja, akan enjoy dan termotivasi karena niatnya adalah mencari penghasilan yang besar. Namun, kepuasan finansial ini mungkin akan diiringi rasa kekosongan karena tidak memiliki waktu yang cukup dengan keluarga. Work-life balance hanya akan menjadi slogan kalau niat awal tidak dibenahi terlebih dahulu. Sebaliknya, yang muncul hanyalah trade-off antara penghasilan yang terus meningkat dan kepuasan/ ketentraman batin yang terus menurun. Sebagian dari kita sangat menyadari trade-off ini dan memprioritaskan pekerjaan secara sadar serta konsekuensi yang menyertainya.

Niat mencari harta akan menjadikan seorang profesional sukses secara materi, tetapi gagal dalam hal yang lain dan jauh dari keberkahan. Sebaliknya, ketika seseorang mengejar impian profesionalnya dengan jiwa yang dipenuhi dengan qona’ah dan keridhaan Allah, seringkali keberkahan akan datang menghampiri dengan sendirinya. Paling tidak meskipun tetap haruus memilih dan terjebak dalam trade-off antara karier dan keluarga, kita tidak kehilangan kepuasan bain dalam bekerja karena semuana bagian dari pengabdian kepada Allah. Ketika kita berusaha memberikan yang terbaik, Allah Yang Maha Menjaga tidak akan membiarkan keluarga kita terlanttar di rumah.

  1. Fokus mencari yang halal

Halal merupakan rambu utama dalam mencari sakinah finansial. Halal merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya keberkahan harta. Maksudnya, cara memeprolehnya dengan jalan yang dibenarkan oleh Sang Kahlik.

Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kamu merasa bahwa rezekimu datangna terlambat. Karena sesungguuhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang kepadana rezeki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan ang haram.” (HR Hakim, Shahih, no. 2093).

Sangat banyak yang makin skeptis dengan prinsip rezeki yang halal, tetapi kalau kita lihat kisah-kisah tragis yang menimpa orang sukses duunia, banyak yang bermula dari hilangnya kehalalan dalam harta mereka. Rezeki yang halal sering dianggap konsep normatif yang hanya berlaku di zaman abad pertengahan; tetapi maraknya kasus frauud (kecurangan), korupsi, suap, atau penyalahgunaan wewenang di abad modern ini merupakan hasil dari hilangnya kepedulian erhadap sumber nafkah ang halal.

  1. Bekerja keras dan memulai di saat masih pagi

Di antara jalan paling baik unttuk meraih ketenangan dan keberkahan dari Allah Ta’ala adalah denga bekerja keras dan memulai setiap aktivitas saat masih pagi. Kebiasaan bangun pagi bisa menanamkan semangat hidup sehat dan memicu produktivitas serta menyingkirkan sifat malas sejauh-jauhnya. Langkah sederhana ini akan membuat langkah menuju sakinah finansial seabagai proses yang mudah.

  1. Mempererat sialturahmi

Di antara amal shalih yang akan mendatangkan keberkahan dalam hidup adalah menyambung tali silatirahmi. Silaturahmi merupakan langkah menjalin hubuungan baik dengan setiap orang, baik yang ada hubuungan garis keturunan maupun tidak.

Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang senang untuk dilapangkan (atau diberkahi) rezekinya, atau dituunda ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaknya ia bersilaturahmi.” (HR Bukhari no. 5527 dan Muslim no. 4639).

  1. Menunaikan hak Allah

Dalam settiap harta manusia, sduah tercatat di dalamnya hak-hak kamuum yang lemah, seperti fakir miskin, orang tua, atau anak yatim. Hak ini bisa ditunaikan dengan menyalurkan zakat, infak, atau shadaqah, yang mekanisme pengumpulan dan penalurannya suduah diatur dalam Islam untuk memastikan adanya keadilan dalam kehidupan kita.

Zakat, infak, dan shadaqah juga merupakan amal yang dapat menyebabkan adanya keberkahan dalam harta dan pendapatan kita. Sering kali, kalau rezeki terasa tidak berkah, misalnya cepat habis atau selalu kuurang, bisa jadi karena dari harta tersebut masih ada hak-hak yang belum ditunaikan.

  1. Muasabah dan taubat

Sebagaimana perbuatan salah dan dosa menjadi salah satu penyebab terhalangnya rezeki dari pelakuunya, sebaliknya istighfar dan taubat merupakan salah satu faktor yang dapat mendatangkan rezeki dan keberkahannya.

  1. Banyak bersyukur

Rasa syukur akan membuat kita semakin termotivasi untuk melakukan pekerjaan secara lebih maksimal, dan tetap optimis apapun hasil yang diperoleh karena positive thinking. Rasa syukur juga akan membawa nuansa kesederhaan dan kehati-hatian, sehingga sebelum dan sesudah melaksanakan pekerjaan akn lebih tertata tan terencana. Selain itu, rasa syukur juga akan membawa keberkahan dan kelimpahan dari rezeki yang telah diperoleh.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *