Praktik Sakinah Finansial: Dana Emergensi

Setiap saat kita bisa berhadapan dengan keadaan yang di luar dugaan, misalnya keluarga yang sakit dan harus ditolong, pulang kampung mendadak, kendaraan ‘diserempet’ orang (sementara asuransi akan dibayar kemudian), atau hal-hal lain yang tidak bisa direncanakan. Namun, salah satu yang paling memberatkan adalah ketika kehilangan sumber pendapatan utama atau transisi pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain. Hal ini bisa dan mungkin saja terjadi, baik untuk sementara waktu maupun untuk jangka relatif lama.

Untuk kejadian-kejadian di atas, dana emergensi akans angat bermanfaat dan diharapkan bisa menutupi kebutuhan keluarga selama 3-4 bulan ke depan. Makin besar jumlah dana emergensi ang kita persiapkan, makin leluasa waktu yang tersedia untuk bangkit kembali. Sebagian penasehat keuangan menyarankan dana emergensi ini untuk bisa mencukupi kebutuhan keluarga selama 6 bulan tanpa pendapatan.

Hitungannya bisa konservatif, yang bisa menutupi semua keperluan atau minimalis, yaitu menutupi kebutuhan pokok keluarga. Msialnya, kalau total pengeluaran bulanan kita sebesar Rp 8.000.000 per bulan, Rp 3.000.000 di antaranya untuk kebutuhan sehari-hari, dana emergensi yang dibutuhkan minimaladalah sebesar Rp 18.000.000 untuk menutupi keperluan selama enam bulan. Atau, untuk yang lebih konservatif disiapkan dana sebesar Rp 48.000.000 dalam tabungan emergensi.

Sebaiknya, dana ini disimpan dalam bentuk tabungan yang tidak terlalu mudah diakses (tidak ada ATM atau ATM disimpan di rumah) dan jika diperlukan, bisa segera diambil/ dicairkan.

Sumber dana emergensi sebaiknya tidak hanya diambil dari gaji bulanan, yang dalam skenario kita dalam pembahasan ini dana yang yang tersisa tinggal Rp 750.000. Namun, bisa juga diambil dari pendapatan lain, seperti bonus tahunan, THR, gaji ke-13, atau sumber insidental lainnya. Minimal dari sumber ini bisa disisihkan sebesar kebutuhan satu bulan setiap tahuunnya. Sementara, dari gaji/ pendapatan bulanan tetap, bisa disisihkan jika memang masih ada sisa setelah dikurangi semua keperluan keluarga, dalam hal ini sebagian dari sisa Rp 750.000 di atas. Paling tidak, tabungan rutin ini bisa menutupi kebutuhan-kebutuhan kecil yang muuungkin terjadi sepanjang tahun.

 

Tabungan dana emergensi Rp 500.000

Sisa pendapatan, Rp 750.000 – Rp 500.000 = Rp 250.000

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *