Praktik Sakinah Finansial: Tabungan Dana Pendidikan

Tabungan dana pendidikan

Seabgaimana telah disebutkan sebelumnya, Tabungan Dana Pendidikan memang didesain sebagai persiapan untuk membiayai kebutuhan pendidikan ketika akan masuk satu jenjang pendidikan. Di negara maju, seabgian besar biaya pendidikan dasar dan menenganh sudah ditanggung negara sehingga tabungan pendidikan lebih sering disebuut tabungan dana kuliah (college fund). Jadi, orang tua menyiapkan satu dana khusus yang dialokasikan untuk menutupi seluruh biaya ketika anak masuk perguruan tinggi.

Di Indonesia kondisi ini belum sepenuhnya dimungkinkan, apalagi untuk tingkat dasar dan menengah. Secara umum, kualitas sekolah swasta masih jauh lebih baik. Kalaupun ada pilihan sekolah negeri, tetap saja ada dana yang harus disiapkan untuk bisa diterima, apakah uang pangkal, sumbangan gedung, dan sebagainya.

Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut, pilihan yang paling bijaksana dan ringan adalah menyiapkan tabungan dana pendidikan unutk masing-masing anak sejak mereka masih kecil. Perusahaan asuransi/ takaful, bak, atau manajer investasi (untuk investasi saham atau reksa dana) banyak yang mempunyai produk untuk memenuhi kebutuhan pendidikan berkala ini. Kelebihannya adalah unsur investasi, dana yang kita setor setiap bulan akan diinvestasikan dan hasilnya akan diakumulasikan ke dalam tabungan anak-anak kita sehingga dana akan berkembang terus.

Kita bebas memilih jumlah tabungan bulanan dan tahapan penarikan, apakah ketika masuk SD, SMP, SMA, atau nanti ketika masuk kuliah. Kami sendiri memeilih setoran beulanan per anak yang relatif ringan untuk kondisi sekarang, yaitu Rp 250.000. Pada waktu kami mulai menyetor, nilai ini hampir 30% dari total pendapatan kami dan terasa agak berat, tetapi kami jalani unntuk memastikan anak-anak mendapat pendidikan yang layak dan tidak terputus karena alasan biaya.

Sekali lagi, tidak ada acuan khususdalam literatur perencanaan keuangan mengenai persentasi tabungan dana pendidikan. Yang menjadi panduan adalah dana pendidikan tersebut harus bisa menutupi seluruh biaya kuliah/ pendidikan yang akan kita keluarkan pada waktunya nanti.

Oleh karena itu, perencana keuangan biasanya akan mendesain rencana khusus uuntuk dana pendidikan, yang berisi estimasi total biaya kuliah universitas impian anak kita (dengan basis biaya/ tuition fees sekarang + adjustment inflasi), jangka waktu yang tersedia sebelum anak mulai kuliah, besaran dana yang bisa kita sisihkan, dan potensi return dari berbagai instrumen investasi yang ada. Perencana keuangan akan merekomendasikan jenis investasi yang sebaiknya dipilih, durasi tabungan/ investasi, dan jumlah yang harus disisihkan setiap bulannya. Ilustrasi lengkap akan disajikan dalam bagian lain.

Untuk ilustrasi dengan asumsi pendapatan sebelumnya, setoran dana pendidikan yang dipilih adalah Rp 500.000 per anak setiap buulan.

Alokasi dana pendidikan Rp 500.0000

Sisa pendapatan, Rp 1.250.000 – Rp 500.000 = Rp 750.000

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *