Praktik Sakinah Finansial: Tabungan Dana Pensiun

Bagi sebagian besar pegawai negeri, karyawan BUMN, atau perusahaan multinasional, dana pensiuun sudah dikelola secara institusional dengan pemotongan gaji yang minimal setiap bulannya, ditambah dengan kontribusi perusahaan sebesar potongan gaji tersebut. Ini sudah sangat membantu sehingga kita tidak perlu lagi mengatur sendiri dengan membuka rekening Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), misalnya.

Sebaliknya, bagi sebagian yang lain, baik yang membuka usaha sendiri maupun bekerja di perusahaan swasta skala kecil dan menengah, dana pensiun harus dikelola sendiri. Salah satu cara yang paling efektif adalah membuka rekekning dana pensiun di bank tempat kita membuka rekening gaji dari perusahaan, atau di DPLK yang mempunyai kerja sama direct debit dengan bank utama kita (temapt rekening gaji berada). Jadi, setiap bulan, bank bisa langsung meneyetorkan sejumlah dana yang kita inginkan ke rekening DPLK, sampai waktu yang kita inginkan; biasanya saat kita perkirakan akan pensiun.

Berapa dana yang harus kita siapkan utuk pensiun? Secara hitungan kasar, sekurang-kurangnya kita harus memeiliki pendapatan per bulan yang jumlahnya 75% dari nilai pendapatan sekarang. Misalnya, kalau gaji atau pendapatan kita sekarang Rp 10.000.000, 20 tahun lagi kita harus mempunyai dana sebesar Rp 7.500.000 x jumlah bulan ekspektasi hayat kita, misalnya 120 bulan (10 tahun) atau total Rp 900.000.000 nilai uang sekarang.

Unuj lebih akurat dengan fluktuasi nilai uang, total dana ini harus dikalikan dengan laju inflasi Indonesia untuk 20 tahun ke depan. Asumsikan inflasi per tahun selama 20 tahun ke depan adalah 5%, jadi dana yang dibutuhkan adala dua kali lipat dengan inflasi 100%, yaitu 1,8 miliar.

Uuntu mengumpulkan dana sebesar ini, kita harus rencanakan dari sekarang dan muali menabung selama dua puluh tahun secara progresif supaya di akhir masa kerja kita bisa mengumpulkan dana sebesar Rp 1,8 miliar. Dengan dana ini, diharapkan ketika pensiun kita masih ada dana yang bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Tentu saja, hal ini di luar pendapatan yang mungkin kita terima dari suber lain, misalnya usaha sampingan di rumah, warisan orang tua, santunan dari anak-anak, dan seterusnya.

Setoran dana pensiun Rp 250.000

Sisa pendapatan Rp 250.000 – Rp 250.000 = Rp 0.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *