Salah Kaprah Memahami Bisnis, Apa si Bisnis itu?

Apa sih bisnis itu? Atau pertanyaan yang lebih spesifik ialah apakah tujuan dari suatu bisnis atau usaha? Suatu survey pada sejumlah pelaku bisnis bila ditanya dengna pertanyaan ini umumnya akan mengatakan, “Suatu organiasi atau perseorangan yang mengusahakan laba (profit)”. Jawaban ini ternyata diabntah dengan tegas oleh Peter Drucker, pakar manajemen yang terkenal. Jawaban tersebut dikatakan bukan hanya salah tapi juga tidak relevan. Satu-satunya jawaban yang benar dari tujuan suatu bisnis ialah “menciptakan peangga”. Karena memang bagian waktu terbesar dari mereka yang berkecimpung di suatu bisnis ialah untuk mendapatkan pelanggan.

Peter Drucker tidak mengatakan bahwa laba dan profitabilitas tidak penting, justru laba (profit) memegang posisi kritis sebagai faktor untuk mengetahui apakah bisnis kita berjalan dengna benar atau tidak. Laporan keuangan dimaksudkan untuk membantu memberikan informasi ini.

Jika suatu bisnis atau bisnis anda dimulai dengan mendapatkan pelanggan. Pelanggan ini membutuhkan produk atau jasa yang disediakan oleh perusahaan anda. Bila terjadi kecocokan, maka terjadilah pertukaran antar perusahaan dan pelanggan. Pelanggan mendapatkan produk atau jasa yang dibutuhkan. Dan sebagai gantinya perusahaan mendapat sejumlah uang yang kita sebut penjualan.

Unutk dapat melakukan penjualan tersebut, pertama-tama biaya perlu dikeluarkan oleh persuahaan, yaitu biaya dari produk yang perlu dipertukarkan pada pelanggan. Kedua, biaya-biaya lain yang diperlukan untuk memungkinkan aktivitas operasi agar penjualan terjadi, jadi, hasil usaha di bisnis tersebut ialah kelebihan dari penjualan dikurangi dnegan biaya produk dan biaya lainnya. Inilah yang disebut laba.

Pertama terjadi pertukaran antara barang atau jasa antara pelanggan dengna perusahaan. Yang dipertukarkan ini dapat dikategorikan dalam tiga kelompok yang menunjukkan tipe bisnisnya yaitu dagang, manufaktur, atau jasa.

Berikutnya transaksi tersebut dicatat. Besarnya penjualan, harga produk yang dipertukarkan dan biaya operasi yang diperlukan dan pencatatan ini diolah menjadi laporan laba rugi perusahaan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *