Tata Cara Pembagian Wasiat, Hibah, dan Waris

Tata cara pembagian harta dari orang tua atau siapa saja anggota kelaurga yang eninggal, lazimnya ada tiga cara harta tersebut dapat didistribusikan, yaitu wasiat, hibah, dan waris. Perbedaan dan kesamaan antara ketiganya dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel Perbedaan Wasiat, Hibah, dan Waris

Metode/ Perbedaan Wasiat Hibah Waris
Waktu Pembaian Setelah wafat (detetapkan sebelum wafat) Sebelum wafat Setelah wafat
Pelaksaan Pembagian Ahli waris Pemilik harta Ahli waris
Penerima Bukan ahli waris Ahli waris dan bukan ahli waris Ahli waris
Hukum Sunnah Sunnah Wajib
Perhitungan Maksimal 1/3 Tidka diatur Sesuai hukum waris

Untuk pelaksanaan pembagian secara mawaris sendiri harus dilakukan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan hukum agama. Sebaiknya, dilakukan segera setelah pengurusan jenazah selesai dilakukan. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua kewajiban yang meninggal tersebut dapat ditunaikan secepatnya dan sebaik-baiknya. Apalgi kalau ada utang piutang dan wasiat yang harus disegerakan.

Tahapan

Tahapan yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

Identifikasi harta mayit/ harta waris

  • Menentukan mana harta mayit/ harta waris.
  • Memisahkan harta milik orang lain, harta gono-gini, titipan, dan sebagainya.

Melunasi biaya pengurusan jenazah

  • Melunasi semua biaya pengurusan jenazah dengan ambil dari harta mayit.
  • Jika biaya ini ditanggung oleh keluarga, maka harta mayit tidak dikurangi.

Pelunasan utang piutang

  • Identifikasi utang piutang mayit, baik pribadi maupun bisnis/ perusahaan/ perdagangan.
  • Pelunasan dari harta mayit, terutama hutang pribadi.
  • Hutang bisnis dibayarkan sesuai ketentuan yang ada, misalnya terbatas kewajiban mayit dan bisa menjadi tanggung jawab ahli waris yang mewarisi perusahaan/ bisnis tersebut.
  • Piutang yang diterima akan menjadi tambahan atas harta mawaris yang sudah diidentifikasi sebelumnya.

Pelaksanaan wasiat

  • Sesuai surat wasiat yang dibuat secara sah dan/ atau maksimal 1/3 dari total warisan.

Pembagian waris

  • Sesuai hukum mawaris.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *