Tip Alokasi Dana Pendidikan

Memperhatikan pendidikan bagi anak-anak kita merupakan langkah yang menyentuh dua aspek maqashi syariah sekaligus, yaitu pemeliharaan intelek dan keturunan. Oleh karena itu, setiap keluarga muslim harus mengutamakan pendidikan anak-anak dan dijadikan basic needs sehingga lebih didahulukan daripada kepentingan lain, seperti liburan atau hiburan meskipun unutk anak-anak juga.

Pendidikan sebagai kebutuhan dan investasi jangka panjang

Dengan pandangan ini, ketika membuat anggaran belanja keluarga, anggaran pendidikan akan diposisikan dharuriyyat atau kebutuhan primer. Oleh karena itu, biaya pendidikan akan menempati jenjang prioritas yang cukup tinggi, barangkali setelah pangan dan sandang. Malah dengna paradigma investasi, belanja pendidikan bisa menempati prioritas pertama. Artinya, setiap tahun kita harus mengalokasikan porsi yang cukup besar untuk anggaran pendidikan.

Komponen dan total pengeluaran untuk sekolah

Biaya pendidikan sekolah bisa dibagi dalam beberapa komponen, yaitu uang pangkal, SPP, transportasi, buku, dan kegiatan ekstrakulikuler. Mari kita bedah komponen ini satu per satu dan mencari jalan untuk bisa menghematnya.

Uang pangkal

Semua sekolah swasta mengenakan uang pangkal atau berbagai nama lain untuk setiap pendaftaran sekolah dan jumlahnya bervariasi antara Rp 1.000.000 – Rp 15.000.000 per siswa, bahkan sekolah terkenal atau sekolah internasional mengenakan biaya sampai ratusan juta.

Banyak sekolah yang bersedia memberikan diskon atau pengurangan untuk uang pangkal ini. Jadi, sebelum membayar sejumlah yang diminta, tidak ada salahnya menanyakan kemungkinan pengurangan biaya, apalagi kalau kita bisa berbicara langsung dengan pengelola sekolah atau membayar jauh-jauh hari. Biasanya cara ini cukup berhasil.

SPP

Biaya SPP memang agak sulit untuk minta pengurangan karena biasanya sekolah mengandalkan SPP untuk membayar gaji guru dan operasional lainnya. Yan gbisa dilakukan adalah memastikan pembayaran yang selalu tepat waktu untuk menghindari denda atau biaya yang bisa timbul ketika terlambat membayar.

Transportasi

Saran paling singkat adalah mencari sekolah yang paling dekat dengan tempat tinggal, seperti yang kami lakukan. Anak-anak kami hanya jalan kaki ke sekolah karena jaraknya hanya 300 m dan ini juga jadi alasan kami ketika memilih tempat tinggal sekarang, yaitu karena lokasinya sangat dekat dengan sekolah yang kami anggap bagus untuk anak-anak kami.

Meskipun demikian, jika memang sekolah anak-anak relatif jauh dari rumah, transportasi mungkin akan menjadi isu. Biasanya transportasi yang disediakan sekolah relatif mahal, termasuk juga jasa antar-jemput yang disediakan pihak ketiga lainnya. Untuk biayanya dan sebagai perbandingan, bus/ minibus sekolah anak saya menghabiskan biaya Rp 200.000 per bulan untuk antar-jemput, sementara dengan ojek Rp 10.000 per hari atau Rp 300.000 per bulan.

Buku

Pemerintah sudah membeli hak cipta berbagai buku teks dan bisa di-download secara gratis meskipun judulnya masih terbatas atau beli dengan harga yang sangat minim. Jadi, minimal bisa menjadi alternatif dari membeli buku yang diterbitkan secara komersial dan cenderung mahal. Buku Sekolah Elektronik ini bisa diakses secara bebas melalui situs Kementerian Pendidikan Nasional (http://bse.depdiknas.go.id).

Ekstrakulikuler

Salah satu cara menghemat kegiatan ekstrakulikuler adalah dengan benar-benar memilih kegiatan yang akan diikuti oelh anak-anak. Memang, anak-anak akan protes dan barangkali juga kita akan malu sebagai orang tua kalau tidak mengikutkan semua eks-kul. Namun, selama nukan kegiatan wajib, kami pikir sah-sah saja.

Pendidikan di rumah

Beberapa orang tua sudah mencoba menerapkan home schooling untuk anak-anak mereka, dengan tingkat keberhasilan yang masih bervariasi. Namun, kebanyakan orang tua yang masih konvensional, meningkatkan porsi belajar anak-anak di rumah dan di bawah bimbingan langsung orang tua, bisa menjadi alternatif. Hal ini bukan saja meningkatkan kualitas interaksi antara anak dan orang tua, melainkan juga mengurangi biaya-biaya pembelajar tambahan, baik itu les maupun kegiatan eks-kul.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *